Senin, 13 Oktober 2014

Fandelafx.co Usaha dan Mitra Investasi Forex Terbaik di Indonesia

FandelaFX adalah salah satu mitra Investasi Forex terbaik di Indonesia dengan penanganan yang professional dan cara kerja yang transparan,target keuntungan jelas dan managemen resiko terbaik. FandelaFx menggunakan sistem trading yang fisebut Effective Wave Pattern - EWP (Pola Gelombang Efektif) dan telah terbukti handal dapat memberikan keuntungan jangka panjang kepada clien. Kredibilitas fandelafx.co telah terpercaya baik oleh investor besar maupun investor dengan dana terbatas.



Bagi anda yang suka melakukan trading sendiri di pasar forex, FandelaFX juga dapat menjadi mitra dalam hal strategi perdagangan di Forex yaitu menyediakan strategi trading otomatis (automated trading) yang menarik dan berkualitas dengan metode Mirror Trading dan Zulu Trade.

Jadi bagi anda yang tertarik dengan trading dan investasi forex dapat bermitra dengan fandelafx.co untuk memaksimalkan keuntungan anda dan meminimalisir resiko di perdagangan forex

Resiko Investasi Forex di Indonesia



Sepintas, investasi trading forex terdengar mudah. Anda membuat akun lewat broker forex, memasukkan deposit pertama, lalu melakukan transaksi kurs mata uang asing baik menjual maupun membeli agar mendapat poin yang lalu bisa ditukarkan dengan keuntungan. Sistem investasi ini sudah populer di Indonesia, ditandai dengan kemunculan beragam  broker forex Indonesia dan banyaknya kisah sukses mereka yang berdagang valas.
Akan tetapi, dari semua kisah sukses investor forex, yang gagal kerapkali tidak mendapat jatah pemberitaan. Padahal, walaupun termasuk investasi dengan kategori high return alias keuntungannya sangat besar, investasi forex juga memiliki resiko kerugian cukup besar.

Forex termasuk investasi kategori High Risk alias beresiko tinggi karena transaksi yang kurang tepat sasaran dapat langsung menggerus modal deposit di dalam akun dengan cepat, tergantung mata uang apa yang ditransaksikan. Pelaku trading forex mengenal istilah kerugian alias loss, dimana sebuah transaksi valas ternyata tidak membawa hasil yang diinginkan dan malah mengikis uang yang didepositkan.

Loss atau kerugian merupakan hal yang lazim dalam dunia trading forex, termasuk forex Indonesia. Akan tetapi, bagaimana jika loss terjadi secara terus-menerus akibat transaksi yang kurang diperhitungkan? Dalam dunia trading forex, terdapat istilah margin call yaitu keadaan dimana seorang pedagang valas akhirnya mengalami kehabisan modal total bahkan defisit akibat floating minus setelah transaksi yang semuanya mendatangkan loss.

Berikut adalah beberapa faktor resiko yang harus dihadapi semua pedagang forex Indonesia:
  • Dalam dunia trading forex, belum ada strategi transaksi yang benar-benar 100% tepat dan akurat. Artinya, tetap akan ada saat dimana para pedagang forex harus membuat keputusan yang kurang pasti dan beresiko.
  • Keuntungan dan kerugian dalam transaksi forex bisa dipengaruhi oleh fluktuasi kurs dan peristiwa ekonomi; bahkan hari besar di suatu negara dapat memengaruhi fluktuasi kurs barang satu atau dua poin.
  • Peristiwa luar biasa yang terjadi di suatu negara seperti krisis ekonomi, peristiwa sosial dan politik dapat sangat memengaruhi naik turunnya kurs yang diperdagangkan. Peristiwa yang terjadi secara mendadak bisa sangat memengaruhi margin untung rugi.
  • Trading forex menuntut proses belajar terus-menerus, dengan perhatian lebih akan berbagai fenomena dan kondisi ekonomi serta berita dunia.
  • Loss beberapa kali merupakan resiko pasti yang harus diambil, jadi tidak mungkin ada perdagangan forex tanpa loss, termasuk forex Indonesia.
  • Resiko loss dapat berubah dalam sekejap menjadi Margin Call, terutama jika jumlah deposit yang ditaruh di awal sudah cukup besar.
Semua faktor resiko tersebut ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia cenderung belum percaya diri dalam melakukan trading forex. Plus, trading forex Indonesia tidak terlalu terdengar gaungnya seperti investasi emas, tanah, atau properti. Akibatnya, mereka yang berniat pada forex trading cenderung sulit mencari referensi yang benar-benar bagus. Selain itu, broker forex gadungan pun banyak di Indonesia dan semakin menambah faktor resiko kerugian.

Walaupun resikonya besar, jika dilakukan dengan benar, forex trading benar-benar bisa mendatangkan keuntungan besar. Sebuah keputusan transaksi yang diambil pada saat dan waktu yang paling tepat bisa mendatangkan keuntungan berkali lipat dari deposit yang ditaruh sebagai modal. Trading Forex juga bisa mendatangkan keuntungan rutin dan berkala, asal pedagang forex tahu trik menempatkan jumlah transaksi dan memilih jenis transaksi.

Singkatnya, forex Indonesia dapat mendatangkan keuntungan bagi pelakunya, namun walau terdengar menggiurkan, tetap ada berbagai faktor resiko yang harus dihadapi jika ingin sukses dalam dunia forex trading.

Sekilas Mengenai Investasi Forex



Investasi adalah penanaman modal pada suatu usaha ataupun instrumen tertentu dengan tujuan mendapatkan suatu imbal hasil.

Investasi dapat dilakukan dengan cara menempatkan dana pada perusahaan ataupun dikelola oleh suatu manajer investasi. Anda sebagai pemilik modal disebut dengan Investor.

Investasi ada berbagai jenis dan sangat beragam, yang tentunya dengan resiko yang berbeda-beda pula.

Untuk investasi di bidang Forex adalah anda menginvestasikan pengelolaan dana anda di bidang instrument mata uang atau valas, dan anda hanya bertindak pasif saja, dalam arti tidak ikut bertrading.

Pengelolaan di investasi forex sebaiknya diserahkan kepada manajer investasi yang handal dan telah mempunyai suatu reputasi yang bagus dan kredibel, karena pengelolaan investasi di bidang forex tidaklah mudah dan sangat beresiko tinggi bila tidak dikelola dengan handal.

Rata-rata tingkat pengembalian wajar di bidang investasi forex adalah berkisar 1% hingga 20% bulan atau kadang bisa lebih (naik turun) TETAPI tidak berupa Fix Income, karena pasar forex sangat berfluktuatif dan dinamis sehingga tidak memungkinkan untuk fix return, bahkan ada kalanya juga bisa merugi.

Bila anda ingin investasi di bidang forex, maka sebaiknya pertimbangkan dengan masak faktor resiko dan tingkat pengembaliannya, serta jangan menempatkan uang dapur anda.

Investasi berbeda dengan Trading, karena kalau Trading berarti anda ikut aktif memperdagangkan, sehingga faktor keuntungan maupun resikonya berada di tangan anda sendiri.

Agar dapat bertrading dengan benar, maka anda harus menguasai terlebih dahulu mengenai pasar forex dan cara menganalisanya.

Tentang Trading Investasi Forex



Sebenarnya keberadaan  trading forex telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market-didirikan tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities). Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dsb.

Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US$ 5 triliun per harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bulan Setember 2008). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun! Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (liquid), dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di  trading forex, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.

Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Lalu dari mana kita memperoleh keuntungan dari investasi ini? Secara sederhananya, keuntungan dari investasi ini diperoleh dari nilai selisih ketika kita membeli dan menjual kembali mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, pada bulan April Budi membeli mata uang Dollar dengan nilai tukar Rp. 8500,- per Dollar sebanyak US $1000 . Maka pada saat pembelian mata uang ini Budi mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8500,- x 1000 = Rp 8.500.000,- Lalu pada bulan Mei, nilai tukar Dollar menguat terhadap Rupiah menjadi Rp. 9500,- per Dollarnya maka keuntungan bersih yang Budi peroleh ketika dia menjual kembali Dollarnya adalah sebesar: (9500-8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk membeli dan menjual kembali mata uang yang bersangkutan biasanya tidak lebih dari satu bulan, maka  trading forex digolongkan sebagai investasi dengan jangka waktu singkat.

Mungkin akan timbul pertanyaan demikian dari Anda: “Kalau begitu apa bedanya  trading forex dengan jual beli di money changer?” Ada beberapa perbedaan mencolok antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing satu dengan mata uang asing lainnya (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah),  trading forex tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik,  trading forex dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila kita menginginkan membeli US$10.000, maka dengan sistem margin trading kita cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang kita peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS adalah sama nilainya dengan US$10.000 yang kita beli. Sangat sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan dalam bentuk fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), maka jaminan yang diberikan dapat sangat kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

Tips Belajar Forex untuk Pemula




Saat pertama kali ANDA belajar tentang investasi forex ini ANDA harus melengkapi segela keperluan untuk mendukung ilmu yang akan ANDA pelajari disini, meliputi apa saja itu yakni koneksi internet, komputer PC ataupun labtop. Ini bagian yang terpenting. Pastinya tentu ANDA bertanya apakah belajar forex tidak bisa di warnet (warung internet) bisa saja tetapi apakah ANDA fokus untuk memulainya. Karena yang namanya belajar ANDA mesti fokus, fokus dan fokus. Kalau tidak bisa fokus bagaimana ANDA untuk belajar serius.

Omong kosong semua itu kalau ANDA bisa fokus untuk mempelajari metatrader beserta seperangkat toolsnya, kalender ekonomi, dan apa saja yang menggerakkan market sehingga harga bergerak. Dan siapa saja pelaku pasar nya dalam menggerakkan harga tersebut untuk investasi trading forex ini. Untuk mempelajari hal-hal yang mendasar itu setidaknya ANDA mesti fokus untuk mempelajarinya minimal waktu yang ANDA sisihkan 3 bulan untuk mempelajarinya. Inilah sebenarnya tips belajar forex untuk pemula.


Apalagi dalam dunia trading forex ini sekarang semua sudah serba online masa sich ANDA mesti ke warnet dulu untuk mendapatkan informasinya padahal informasi seputar market di forex bergerak tiap detiknya mengikuti dinamika pasar berdasarkan permintaan dan penawaran. Karena penawaran dan permintaan lah makanya harga bergerak. Bukan karena ANDA yang membelinya sehingga harga naik. Tetapi yang paling penting disini bahwa dalam dunia trading forex online ada pelaku pasarnya. Ada perusahaan-perusahaan yang bisa menggerakkan market kalau perusahaan itu melakukan aksi beli atau pun aksi jual.  

Ok sampai disini dulu karena saya memberikan materinya masih seputar hal yang mendasar, nanti pada artikel berikutnya kita akan lanjutkan lagi tentang belajar forex untuk pemula. Untuk artikel yang pernah saya tulis tentang belajar forex gratis dan tips belajar forex untuk pemula mudah-mudahan bermanfaat bagi ANDA, terima kasih. Salam trader.


Trader Dan Investor Forex



Dalam dunia investasi, ‘trading’ dan ‘investing’ adalah 2 aktivitas yang berbeda walaupun trader dan investor sama-sama terjun di pasar. Sudut pandang, cara kerja dan strategi mereka sangat berbeda meskipun tujuan mereka persis sama yaitu memperoleh profit yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pada artikel ini diulas pokok-pokok perbedaan antara keduanya.
Yang termasuk investor
Dalam dunia investasi pada umumnya, yang dikategorikan investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrument investasi jangka panjang seperti real estate atau rumah, industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka panjang atau sangat panjang (puluhan tahun). Dasar pertimbangan investor berfokus pada produk yang akan dibeli atau jenis usaha yang akan dimasuki. Bagi seorang investor saham, ia akan memilih perusahaan yang benar-benar mempunyai performa yang sangat bagus.

Investor bisa digolongkan dalam investor institusi (institutional investor) seperti bank, lembaga keuangan selain bank, perusahaan asuransi dan lain sebagainya, dan investor retail atau investor perorangan. Yang dibahas disini lebih pada investor perorangan, yang secara tipikal tidak memiliki rencana yang jelas bila kelak hasil investasinya merugi. Mereka akan cenderung cut-loss untuk beralih ke instrument investasi lain, atau dibiarkan dengan harapan nilainya akan rebound dan akan menghasilkan profit.

Biasanya mereka menanggapi perubahan harga pasar dengan was-was. Misalnya saat harga emas sedang drop seperti saat ini, mereka yang invest besar di emas tentu sangat cemas. Namun tentu saja tidak semua investor perorangan berlaku demikian, mereka yang serius dengan rencana dan strategi investasi yang canggih dan matang akan bisa menuai sukses besar. Warren Buffett adalah contoh salah seorang investor perorangan kelas dunia yang sangat sukses.


Yang termasuk trader
Jika investor berfokus pada produk yang akan dibeli, trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham kurang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu ia akan mempertimbangkan kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh suasana politik yang tidak kondusif hingga indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk pasar hingga kondisinya normal kembali.

Dibandingkan dengan investor, transaksi yang dilakukan trader lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang jauh lebih besar. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader mengandalkan pendapatannya hanya dari trading (trading for living), baik di pasar saham, indeks saham futures, forex atau komoditi. Pada umumnya trader mempunyai metode, strategi dan rencana yang jelas dan terarah karena biasanya mereka tidak menahan posisi trading terlalu lama.

Mereka menggunakan stop loss, target profit dan risk/reward ratio guna membatasi kerugian dan mengatur keuntungan serta teknik-teknik dalam money management untuk memaksimalkan profit yang mungkin tidak digunakan oleh para investor. Trader yang telah mahir akan masuk ke semua jenis pasar, baik pasar forex, saham, komoditi atau futures. George Soros, pendiri Quantum Funds adalah contoh salah seorang trader kelas dunia yang sangat sukses.